Ruang Marnalom

Profesional Flash

Find Marnalom

  Ricki Rajagukguk's Facebook profile

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini14
mod_vvisit_counterKemaren65
mod_vvisit_counterMinggu ini455
mod_vvisit_counterBulan ini273
mod_vvisit_counterTotal44941
Written by dr.Ricki Rajagukguk   
Sunday, 07 June 2009 17:00

Pendekatan Pasien dengan Reaksi Hipersensitivitas terhadap Vaksin

sensitiv vaksinPendekatan pasien dimulai dengan penilaian gejala dan tanda spesifik serta waktu munculnya tanda dan gejala tersebut setelah pemberian vaksin. Reaksi yang cepat secara umum lebih mudah dikenali dan dihubungkan dengan hipersensitivitas terhadap vaksin karena cepatnya waktu antara reaksi dan gejala dan tanda alergi yang spesifik.

Sebagai tambahan, dimungkinkan juga untuk mengetahui penyebab reaksi melalui skin test atau pengukuran allergen-spesific IgE. Alasan yang umum terjadi dalam kesalahan dalam diagnosis adalah tersamarnya reaksi cepat berupa bengkak pada lokasi suntikan disertai rasa gatal yang mungkin disebabkan oleh faktor lain dan syncope sebagai akibat dari reaksi vaso vagal.

Pendekatan akan lebih sulit pada pasien dengan rekasi tipe lambat setelah pemberian vaksin. Kebanyakan gejala dan tanda dari reaksi tipe lambat ini tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor termasuk infeksi. Karena itu, pasien harus benar-benar dievaluasi terhadap penyebab yang lain sebelum disimpulkan bahwa penyebabnya adalah pemberian vaksin. Karena reaksi tipe lambat tidak dimediasi oleh IgE, maka skin test dan pemeriksaan IgE tidak memberikan kontribusi apapun.

Pendekatan diagnosis terhadap reaksi hipersensitivitas vaksin tergantung apakah reaksi ang muncul tipe cepat atau tipe lambat. Untuk reaksi tipe cepat, skin test dan pemeriksaan IgE penting dilakukan untuk mengidentifikasi adanya allergen spesific IgE terhadap vaksin atau komponen vaksin. Meskipun hasil negatif palsu atau positif palsu dapat  terjadi, namun test ini dapat sangat membantu dalam pendekatan risiko pada pemberian vaksin berikutnya, sehingga dapat meminimalkan reaksi anafilaksis.

Saat akan memutuskan untuk pemberian vaksin berikutnya dengan dosis yang sama, maka resiko pada pasien dengan reaksi hipersensitivitas tipe cepat lebih besar dari tipe lambat. Reaksi yang dimediasi oleh IgE lebih berpotensi untuk menyebabkan gejala yang mengancam nyawa pasien, sepereti obstruksi jalan nafas, hipotensi dan syok anafilaksis.


( 28 Votes )
Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."