Ruang Marnalom

Profesional Flash

Find Marnalom

  Ricki Rajagukguk's Facebook profile

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini59
mod_vvisit_counterKemaren78
mod_vvisit_counterMinggu ini137
mod_vvisit_counterBulan ini535
mod_vvisit_counterTotal45202
Written by dr.Ricki Rajagukguk   
Sunday, 07 June 2009 17:00

Hubungan Pengaruh Penjelasan Dokter tentang Imunisasi terhadap Cakupan Imunisasi

cakupan imunisasiLiteratur sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi orangtua tentang bahaya vaksin merupakan alasan utama yang menentukan apakah mereka berniat untuk anak-anak mereka divaksinasi dan bahwa banyak orang tua kuatir tentang keamanan vaksin serta terus berpikir yang salah tentang vaksin.

Walaupun orang tua sering mencari informasi tentang vaksinasi dari berbagai sumber, namun yang paling sering mereka mencari informasi dari dokter.  Akibatnya, dokter berada dalam posisi untuk bisa mempengaruhi banyak orangtua dalam mengambil keputusan untuk anak-anak mereka. . Dalam era dengan prevalensi penyakit anak yang rendah karena keberhasilan vaksin, orang tua mulai mempertanyakan perlunya vaksinasi dan keamanan vaksinasi.  Dalam survei terhadap dokter anak dan dokter umum, mayoritas responden melaporkan penolakan orangtua terhadap vaksinasi selama tahun praktek yang dilakukan survey. Dalam studi lain, dokter anak yang menghadapi  penolakan orang tua terhadap vaksin mengatakan bahwa penolakan tersebut karena ketakutan orang tua atas keamanan vaksin. Survey juga menunjukkan ketakutan orang tua tentang keselamatan vaksin terjadi karena pengaruh masyarakat di mana anak-anak mereka hidup. Pengabaian terhadap pengertian akan keselamatan vaksin dapat berakibat pada makin lebih besarnya jumlah anak yang tidak menerima vaksin. Jumlah ini merupakan populasi yang rentan dalam meningkatkan risiko transmisi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi kepada anak-anak lain dalam sebuah komunitas. Kemampuan dokter untuk merubah pola pikir kepercayaan orangtua terhadap vaksinasi dapat digunakan sebagai tombol untuk mempengaruhi keputusan mereka dalam hal memberikan vaksin pada anak-anak mereka.

Kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan terkait dengan keberhasilan program pencegahan penyakit.  Sebaliknya, ketidak percayaan terhadap pelayanan kesehatan terkait dengan hambatan dan kegagalan program pencegahan penyakit. Kepercayaan orangtua terhadap nasihat dari penyedia pelayanan kesehatan dan perasaan orangtua bahwa mudah untuk berkomunikasi dengan penyedia pelayanan kesehatan menjadi faktor utama yang terkait dengan akses ke informasi yang tepat dalam membantu orangtua  untuk membuat keputusan tentang apakah akan mengimunisasi anak merka atau tidak. Tidak memiliki waktu yang cukup merupakan penghalang besar dokter untuk dapat berkomunikasi dengan orangtua. Dengan tidak menyediakan cukup waktu untuk dapat menjelaskan kepada orantua akan memperburuk pengertian orangtua terhadap keamanan imunisasi yang berujung pada turunnya cakupan imunisasi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara penjelasan dokter dalam  mempengaruhi pola pikir orangtua tentang vaksin dengan keputusan orangtua untuk anak-anak mereka divaksin serta cakupan imunisasi. Secara khusus, studi menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua yang percaya bahwa imunisasi tidak aman memiliki cakupan imunisasi yang lebih tinggi jika orang tua mereka dilaporkan bahwa keputusan mereka untuk anak-anak mereka diimunisasi telah dipengaruhi oleh penjelasan dokter. Namun survey menunjukkan bahwa hanya sedikit peyedia pelayan kesehatan yang memberi penjelasan pada orangtua bahwa jika anak mereka tidak diimunisasi akan meningkatkan resiko tersebarnya penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Petunjuk dalam berkomunikasi dengan orangtua yang menolak vaksinasi perlu diberikan pada penyedia pelayanan kesehatan. Petunjuk tersebut dapat berisi tentang bagaimana mendengarkan secara seksama keluhan dan pola pikir orangtua terhadap vaksinasi serta apa saja yang orangtua perlu ketahui tentang imunisasi.  Dengan cara ini, studi menunjukkan adanya peningkatan dalam penerimaan orangtua terhadap imunisasi sehingga meningkatkan cakupan imunisasi.


( 30 Votes )
Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."